contoh kasus etika berbisnis

Contoh kasus  :

Dalam di dunia bisnis tentunya banyak persaingan-persaingan yang terjadi. Hal itu tentunya sangat wajar terjadi. Tetapi menjadi tidak wajar apabila kita melakukannya dengan cara-cara yang tidak bermoral. Misalnya, dengan menghasut atau membuat isu-isu negatif mengenai produk atau perusahaan pesaing. Hal ini seperti terjadi pada perusahaan bakso Titotti. Pada jamannya, perusahaan bakso ini sangat populer dan digemari oleh masyarakat Jakarta. Siapa yang tidak tau kelezatan bakso ini, akibatnya toko bakso ini selalu ramai dikunjungi setiap hari. Sampai suatu hari ada isu hangat mengenai bakso daging tikus yang banyak beredar di media-media. Perusahaan bakso ini  terkena isu bahwa bakso yang diproduksinya dikabarkan dibuat dengan daging tikus. Isu ini semakin berkembang pesat dikalangan masyarakat. Banyak juga perusahaan dan media-media massa yang membesar-besarkan isu ini dan membuat resah masyarakat. Pihak perusahaan bakso Tittotti sudah menjelaskan bahwa baksonya tidak dibuat dari daging tikus, tapi melebarnya berita di media membuat masyarakat akhirnya tidak berani membeli bakso tersebut. Akibatnya, perusahaan bakso Titotti bangkrut dan tak lagi beroperasi sampai sekarang.

 

Analisis :

Dalam dunia bisnis kadang suka menghalalkan segala cara agar dapat menjatuhkan pesaingnya dan membuat produknya nomor 1 dipasaran. Kejujuran dan strategi yang baik adalah kunci jitu perusahaan agar bisa bertahan di dunia bisnis. Dalam segi produksi, perusahaan juga harus dapat memperhatikan kesehatan dan keamanan produknya, terutama dalam bidang kuliner. Pada kasus diatas, dalam segi produksinya mungkin kurang baik, karena dia tidak memberitahu pasti dari daging apakah bakso tersebut dibuat. Dan seharusnya manajer perusahaan tersebut juga memberikan informasi yang jelas kepada masyarakat agar masyarakat tidak simpang-siur. Tetapi pemasaran yang dilakukan oleh pihak perusahaan Titotti sudah baik. Hal ini terbukti dari produknya yang dikenal oleh masyarakat di berbagai penjuru kota di Jakarta.

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

contoh kasus pada online shop

Pada dunia bisnis, khususnya bisnis online yang kini sedang marak di berbagai jejaring sosial, misalnya facebook, twitter, BBM, instagram, dan masih banyak lagi, sering kita jumpai berbagai kasus penipuan. Di jaman yang serba cepat dan dengan tingkat teknologi yang semakin berkembang dengan pesat ini, banyak orang tidak ingin bersusah-susah berbelanja di toko atau mall, mungkin dengan kesibukan mereka yang tidak memiliki banyak waktu untuk berbelanja, akhirnya mereka melakukan pembelian melalui toko-toko online yang ada di dunia maya. Selain lebih efektif dan efisien, barang-barang di toko online terkadang membuat para konsumennya terbuai dengan gambar yang bagus yang dipamerkan dan harga miring yang ditawarkan. Hal ini menyebabkan banyaknya konsumen pada bisnis online. Dengan adanya peluang pasar yang baru dan menjanjikan itersebut, banyak orang-orang yang tidak bertanggung jawab yang memanfaatkan fenomena ini dengan melakukan berbagai penipuan. Misalnya, pelaku menjual handphone terbaru dengan harga yang jauh dibawah pasaran. Betapa para korban mereka tertarik untuk membelinya. Mekanisme pada pembelian barang online adalah dengan mentransfer sejumlah uang terlebih dahulu, baru barang tersebut dikirimkan. Banyak orang yang sudah mengirimkan uangnya, lalu barang yang mereka pesan tidak kunjung datang. Setelah dihubungi, nomor pelaku tidak aktif atau pelaku menghapus kontak di pemesan. Hal seperti ini sering sekali terjadi di dunia maya, bukan hanya soal barang elektronik tetapi semua barang-barang di jual di toko online.

Bukan saja pembeli yang sering tertipu tetapi penjual pun ternyata ada yang tertipu oleh konsumen palsu. Misalnya, konsumen memesan barang dengan jumlah yang banyak dan ingin barangnya cepat sampai, lalu konsumen palsu tersebut mengirimkan bukti transferan, dan meminta penjual cepat mengirim barangnya. Setelah barang tersebut dikirim, ternyata uang yang dikirim si konsumen tersebut tidak masuk ke rekening si penjual dan bukti transfer yang dikirimkan ternyata bukti palsu.

Oleh karena banyak dan gampangnya kasus penipuan di dunia maya yang sering terjadi, kita sebagai konsumen harus lebih berhati-hati dalam melakukan pembelanjaan melalui media online. Kita harus lebih rasional dalam membeli barang dan tidakmudah tergiur dengan barang dan harga yang ditawarkan. Sebagai penjual di media online juga harus berhati-hati dalam melayani konsumennya. Kita harus benar-benar mengecek apakah uang tersebut sudah benar masuk kedalam rekening kita. Jangan mudah percaya hanya karena dia melakukan pembelian dalam jumlah yang besar.

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

etika berbisnis

Dalam berbisnis tentunya kita harus memiliki sebuah etika agar perusahaan tersebut memiliki citra yang baik dalam masyarakat. Etika adalah cara untuk melakukan kegiatan bisnis, baik berkaitan dengan individu maupun perusahaan. Perusahaan meyakini prinsip bisnis yang baik adalah bisnis yang beretika, yakni bisnis dengan kinerja unggul dan berkesinambungan yang dijalankan dengan mentaati kaidah-kaidah etika sejalan dengan hukum dan peraturan yang berlaku. Etika Bisnis dapat menjadi standar dan pedoman bagi seluruh karyawan termasuk manajemen dan menjadikannya sebagai pedoman untuk melaksanakan pekerjaan sehari-hari dengan dilandasi moral yang luhur, jujur, transparan dan sikap yang profesional.

Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen dengan cara antara lain :

-       Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik

-       Memperkuat sistem pengawasan

-       Menyelenggarakan pelatihan untuk karyawan secara terus-menerus

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KASUS BERBISNIS ONLINE

Kasus :

Mendengar kata penipuan sejatinya bukanlah hal baru bagi Anda yang sudah familiar dengan bisnis dunia maya. Sebagai pelaku bisnis online, Anda harus tahu bagaimana mengenali para penipu ulung yang siap merugikan Anda.

Chandra Setiawan, seorang pemilik online shop GudangBajuTidur.co.id yang pernah sekali mengalami penipuan. Meski hanya tertipu sekali, Chandra mengaku dirinya sangat sering menghadapi orang-orang yang bermaksud menipunya. “Pertama kali tertipu, saya memang dikejar-kejar sama customer itu. Katanya dia buru-buru butuh barangnya. Orang itu memberikan kartu transfer palsu, karena dulu masih belum ada pengalaman ya saya percaya kalau dia sudah transfer. Langsung kita kirim, eh ternyata bukti transfernya fiktif”, cerita Chandra.

Lelaki yang pernah bekerja di China ini kemudian berbagi pengalaman untuk menghindari penipuan kepada Merdeka.com. “Untuk menghadapi penipuan, kita memang harus teliti dan hati-hati. Jangan mudah percaya pada customer yang ngakunya sudah transfer dan bahkan punya bukti transferan. Modus seperti ini sudah banyak. Yang kedua, kalau ada customer suka mara-marah, minta barangnya dikirim cepet, Anda juga harus waspada karena pada dasarnya orang yang niat beli di online shop sudah tahu kalau barangnya butuh beberapa waktu untuk datang. Jadi mereka pasti lebih sabar”, terang Chandra.

Selain itu konsumen kami mengambil salah satu contoh kasus penipuan jual-beli online pada sebuah blog dengan alamat blog www.batavia-olshop.blogspot.com. Modus yang digunakan yaitu dengan menampilkan barang-barang elektronik dengan harga murah di bawah pasar untuk menarik pembeli melakukan pembelian. Untuk meyakinkan korbannya di blog tersebut ditampilkan surat ijin usaha, KTP pemilik dan berbagai testimoni untuk meyakinkan calon pembeli agar percaya dan mau bertransaksidengan mereka. Tetapi ada hal yang aneh dari beberapa testimoni tersebut, testimoni tersebut dibuat sepihak oleh si pemilik blog tanpa membuka testimoni baru dan testimoninya terkunci. Pada mekanisme transfernya di blog tersebut tidak menampilkan nomor rekening si pemilik untuk melakukan pembayaran. Mekanisme pembayaran dilakukan setelah calon pembeli melakukan pemesanan, baru si pemilik mengirim nomor rekeningnya melalui sms. Setelah pembeli melakukan pembayaran, terjadi kesalahan, yaitu pelaku mengaku bahwa ia mengirim 3 barang sedangkan pemesan hanya memesan 1 buah barang tersebut. Si pelaku meminta tambahan uang kepada si pembeli. Jika pembeli tidak mau mengirimkan uangnya maka barang tersebut tidak akan dikirimkan.

 

Analisis :

Dalam jaman sekarang ini tentunya banyak pelaku-pelaku bisnis yang menghalalkan segala cara untuk mendapatkan keuntungan. Kita sebagai pelaku bisnis yang tidak bisa terlepas dari teknologi internet harus berhati-hati melakukan pembelian. Baik penjual maupun pembeli jangan mudah tergiur dengan barang atau jumlah barang yang akan dipesan sehingga lupa akan keamanan pembayaran barang tersebut.

 

 

Sumber :

http://daopendoor.blogspot.com/2013/06/contoh-kasus-penipuan-jual-beli-online.html

http://www.merdeka.com/gaya/awas-kasus-penipuan-marak-terjadi-di-online-shop.html

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KASUS 2 DALAM ETIKA BISNIS

Kasus 2. Obat nyamuk HIT :

Perjalanan obat nyamuk bermula pada tahun 1996, diproduksi oleh PT Megasari Makmur yang terletak di daerah Gunung Putri, Bogor, Jawa Barat. PT Megasari Makmur juga memproduksi banyak produk seperti tisu basah, dan berbagai jenis pengharum ruangan. Obat nyamuk HIT juga mengenalkan dirinya sebagai obat nyamuk yang murah dan lebih tangguh untuk kelasnya. Selain di Indonesia HIT juga mengekspor produknya ke luar Indonesia.

Obat anti-nyamuk HIT yang diproduksi oleh PT Megarsari Makmur dinyatakan ditarik dari peredaran karena penggunaan zat aktif Propoxur dan Diklorvos yang dapat mengakibatkan gangguan kesehatan terhadap manusia. Departemen Pertanian, dalam hal ini Komisi Pestisida, telah melakukan inspeksi di pabrik HIT dan menemukan penggunaan pestisida yang menganggu kesehatan manusia seperti keracunan terhadap darah, gangguan syaraf, gangguan pernapasan, gangguan terhadap sel pada tubuh, kanker hati dan kanker lambung.

HIT yang promosinya sebagai obat anti-nyamuk ampuh dan murah ternyata sangat berbahaya karena bukan hanya menggunakan Propoxur tetapi juga Diklorvos (zat turunan Chlorine yang sejak puluhan tahun dilarang penggunaannya di dunia). Obat anti-nyamuk HIT yang dinyatakan berbahaya yaitu jenis HIT 2,1 A (jenis semprot) dan HIT 17 L (cair isi ulang). Selain itu, Lembaga Bantuan Hukum Kesehatan melaporkan PT Megarsari Makmur ke Kepolisian Metropolitan Jakarta Raya pada tanggal 11 Juni 2006. Korbannya yaitu seorang pembantu rumah tangga yang mengalami pusing, mual dan muntah akibat keracunan, setelah menghirup udara yang baru saja disemprotkan obat anti-nyamuk HIT.

 

Analisis :

Dari kasus diatas terlihat bahwa perusahaan melakukan pelanggaran etika bisnis terhadap prinsip kejujuran perusahaan besarpun berani untuk mmengambil tindakan kecurangan untuk menekan biaya produksi produk. Mereka hanya untuk mendapatkan laba yang besar dan ongkos produksi yang minimal. Mengenyampingkan aspek kesehatan konsumen dan membiarkan penggunaan zat berbahaya dalam produknya . dalam kasus HIT sengaja menambahkan zat diklorvos untuk membunuh serangga padahal bila dilihat dari segi kesehatan manusia, zat tersebut bila dihisap oleh saluran pernafasan dapat menimbulkan kanker hati dan lambung.

Dan walaupun perusahaan sudah meminta maaf dan juga mengganti barang dengan memproduksi barang baru yang tidak mengandung zat berbahaya tapi seharusnya perusahaan jugamemikirkan efek buruk apa saja yang akan konsumen rasakan bila dalam penggunaan jangka panjang. Sebagai produsen memberikan kualitas produk yang baik dan aman bagi kesehatan konsumen selain memberikan harga yang murah yang dapat bersaing dengan produk sejenis lainnya.

 

 

 

Sumber :

http://artikaamanda.blogspot.com/2012/11/bisnis-yang-tidak-beretika.html

http://nildatartilla.wordpress.com/2013/02/09/contoh-kasus-pelanggaran-etika-bisnis-oleh-pt-megasari-makmur/

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

KASUS DALAM ETIKA BISNIS

Kasus 1. Lumpur Lapindo :

Lapindo Brantas Inc. melakukan pengeboran gas melalui perusahaan kontraktor pengeboran PT. Medici Citra Nusantara yang merupakan perusahaan afiliasi Bakrie Group. Kontrak itu diperoleh Medici dengan tender dari Lapindo Brantas Inc. senilai US$ 24 juta. Namun dalam hal perijinannya telah terjadi kesimpangsiuran prosedur dimana ada beberapa tingkatan ijin yang dimiliki oleh lapindo. Hak konsesi eksplorasi Lapindo diberikan oleh pemerintah pusat dalam hal ini adalah Badan Pengelola Minyak dan Gas (BP MIGAS), sementara ijin konsensinya diberikan oleh Pemerintah Propinsi Jawa Timur sedangkan ijin kegiatan aktifitas dikeluarkan oleh Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sidoarjo yang memberikan keleluasaan kepada Lapindo untuk melakukan aktivitasnya tanpa sadar bahwa Rencana Tata Ruang (RUTR) Kabupaten Sidoarjo tidak sesuai dengan rencana eksplorasi dan eksploitasi tersebut.

Dampak dari luapan lumpur yang bersumber dari sumur di Desa Renokenongo, Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo, Propinsi Jawa Timur sejak 29 Mei 2006 ini telah mengakibatkan timbunan lumpur bercampur gas sebanyak 7 juta meter kubik atau setara dengan jarak 7.000 kilometer, dan jumlah ini akan terus bertambah bila penanganan terhadap semburan lumpur tidak secara serius ditangani. Lumpur gas panas Lapindo selain mengakibatkan kerusakan lingkungan, dengan suhu rata-rata mencapai 60 derajat celcius juga bisa mengakibatkan rusaknya lingkungan fisik masyarakat yang tinggal disekitar semburan lumpur. Tulisan lingkungan fisik diatas adalah untuk membedakan lingkungan hidup alami dan lingkungan hidup buatannya, dimana dalam kasus ini Daud Silalahi menganggap hal ini sebagai awal krisis lingkungan karena manusia sebagai pelaku sekaligus menjadi korbannya. Rusaknya lingkungan fisik tersebut sudah dirasakan berbagai pihak selama ini antara lain :

 

  1.  Lumpuhnya sektor industri di Kabupaten Sidoarjo. Sebagai mana diketahui Sidoarjo merupakan penyangga Propinsi Jawa Timur, khususnya Kota Surabaya dalam sektor industri. Hingga kini sudah 25 sektor usaha tidak dapat beroperasi yang berakibat hilangnya mata pencaharian ribuan karyawan yang bekerja pada sektor industri tersebut.
  2. Lumpuhnya sektor ekonomi sebagai akibat rusaknya infrastruktur darat seperti rusaknya jalan, jalan tol dan jalur ekonomi darat lainnya seperti jalur transportasi kereta api dll.
  3. Kerugian di sektor lain seperti pertanian, perikanan darat dll. Sejauh ini sudah diidentifikasi luas lahan pertanian berupa lahan sawah yang mengalami kerusakan, menurut Direktur Jenderal Tanaman Pangan Departemen Pertanian Soetarto Alimoeso mengatakan area pertanian di Sidoarjo, Jawa Timur, yang terkena luapan lumpur Lapindo seluas 417 hektare. Lumpur telah menggenangi duabelas desa di tiga kecamatan, tak kurang 10.426 unit rumah terendam lumpur, menggenangi sarana dan prasarana publik, Sekitar 30 pabrik yang tergenang terpaksa menghentikan aktivitas produksi dan merumahkan ribuan tenaga kerja. Tercatat 1.873 orang tenaga kerja yang terkena dampak lumpur ini, serta memindah paksakan sebanyak lebih dari 8.200 jiwa dan tak 25.000 jiwa mengungsi.
  4. Dampak sosial kehidupan masyarakat disekitar seperti sarana tempat tinggal, pendidikan, kesehatan, sarana air bersih dll. Bahwa efek langsung lumpur panas menyebabkan infeksi saluran pernapasan dan iritasi kulit. Lebih lanjut dijelaskan bahwa lumpur tersebut juga mengandung bahan karsinogenik yang bila berlebihan menumpuk dalam tubuh dapat menyebabkan kanker dan akumulasi yang berlebihan pada anak-anak akan mengakibatkan berkurangnya kecerdasan.
  5. Hasil uji laboratorium juga menemukan adanya kandungan Bahan Beracun dan Berbahaya yaitu kandungan (B3) yang sudah melebihi ambang batas. Hasil uji kualitas air lumpur Lapindo pada tanggal 5 Juni 2006 oleh Dinas Pekerjaan Umum Propinsi Jawa Timur, menunjukkan bahwa uji laboratorium dalam air tersebut terdapat kandungan fenol. Kontak langsung dengan kulit dapat mengakibatkan kulit seperti terbakardan gatal-gatal. Fenol bisa berakibat menjadi efek sistemik atau efek kronis jika fenol masuk ke dalam tubuh melalui makanan. Efek sistemik fenol bisa mengakibatkan sel darah merah pecah (hemolisis), jantungberdebar (cardiac aritmia), dan gangguan ginjal. Hal ini menunjukkan bahwa selain dampak kerusakan lingkungan fisik, lumpur panas tersebut juga mengakibatkan ancaman lain yaitu efek kesehatan yang sangat merugikan dimasa yang akan datang dan hal ini justru tidak diketahui olehmasyarakat korban pada umumnya.

Analisis :

Pada kasus diatas dapat dilihat bahwa perusahaan Bakrie telah menyalahi etika berbisnis. Dalam berbisnis kita juga harus memperhatikan faktor kelestarian lingkungan sekitar kita yang juga dapat menopang usaha bisnis tersebut. Seharusnya perusahaan Bakrie sudah dapat menghitung atau memperkirakan bahaya atau dampak yang akan ditimbulkan bila melakukan pengeboran. Perusahaan harus tahu seberapa batas yang sewajarnya dilakukan pengeboran. Karena ulah perusahaan tersebut, banyak pihak yang dirugikan, baik makhluk hidup disekitarnya juga dampak negatif terhadap lingkungan. Hal ini tentunya harus menjadi pembelajaran bagi kita semua, terutama perusahaan-perusahaan besar yang ingin membuat suatu usaha atau tindakan bagi perusahaannya agar lebih memikirkan faktor lingkungan disekitar wilayah yang bersangkutan.

 

 

 

 

Sumber :

http://ekonomi.kompasiana.com/

http://fauzii.wordpress.com/2013/11/03/contoh-kasus-2-bisnis-tak-beretika/

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar

Etika Bisnis

 a.             Pengertian Etika Bisnis

Etika bisnis merupakan cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan dan juga masyarakat. Etika Bisnis dalam suatu perusahaan dapat membentuk nilai, norma dan perilaku karyawan serta pimpinan dalam membangun hubungan yang adil dan sehat dengan pelanggan/mitra kerja, pemegang saham, masyarakat.

 b.             Pendekatan Dasar Etika Bisnis

Tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku etika bisnis, yaitu :

-       Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam bertindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat memberi manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.

-       Individual Rights Approach : setiap orang dalam tindakan dan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.

-       Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.

 c.             Prinsip Etika dalam Berbisnis

Secara umum, prinsip-prinsip yang dipakai dalam bisnis tidak akan pernah lepas dari kehidupan keseharian kita. Namun prinsip-prinsip yang berlaku dalam bisnis sesungguhnya adalah implementasi dari prinsip etika pada umumnya.

  1. Prinsip Otonomi

Orang bisnis yang otonom sadar sepenuhnya akan apa yang menjadi kewajibannya dalam dunia bisnis. la akan sadar dengan tidak begitu saja mengikuti saja norma dan nilai moral yang ada, namun juga melakukan sesuatu karena tahu dan sadar bahwa hal itu baik, karena semuanya sudah dipikirkan dan dipertimbangkan secara masak-masak. Dalam kaitan ini salah satu contohnya perusahaan memiliki kewajiban terhadap para pelanggan,diantaranya adalah:

  1. Memberikan produk dan jasa dengan kualitas yang terbaik dan sesuai dengan tuntutan mereka;
  2. Memperlakukan pelanggan secara adil dalam semua transaksi, termasuk pelayanan yang tinggi dan memperbaiki ketidakpuasan mereka;
  3. Membuat setiap usaha menjamin mengenai kesehatan dan keselamatan pelanggan, demikian juga kualitas Iingkungan mereka, akan dijaga kelangsungannyadan ditingkatkan terhadap produk  dan  jasa perusahaan;

 2. Prinsip Kejujuran

Bisnis tidak akan bertahan lama jika tidak ada kejujuran, karena kejujuran merupakan modal utama untuk memperoleh kepercayaan dari mitra bisnis-nya, baik berupa kepercayaan komersial, material, maupun moril. Kejujuran menuntut adanya keterbukaan dan kebenaran.

 3. Prinsip Keadilan

Prinsip ini menuntut agar setiap orang diperlakukan secara sama sesuai dengan aturan yang adil dan kriteria yang rasional objektif dan dapatdipertanggungjawabkan. Keadilan berarti tidak ada pihak yang dirugikan hak dan kepentingannya.

 4. Prinsip Saling Menguntungkan

Prinsip ini menuntut agar semua pihak berusaha untuk saling mengun­tungkan satu sama lain. Dalam dunia bisnis, prinsip ini menuntut persaingan bisnis haruslah bisa melahirkan suatu win-win situation.

 5. Prinsip Integritas Moral

Prinsip ini menyarankan dalam berbisnis selayaknya dijalankan dengan tetap menjaga nama baiknya dan nama baik perusahaan.

 

Dari kelima prinsip yang tentulah dipaparkan di atas, menurut Adam Smith, prinsip keadilanlah yang merupakan prinsip yang paling penting dalam berbisnis. Prinsip ini menjadi dasardan jiwa dari semua aturan bisnis, walaupun prinsip lainnya juga tidak akan terabaikan. Karena menurut Adam Smith, dalam prinsip keadilan khususnya keadilan komutatif berupa no harm, bahwa sampai tingkat tertentu, prinsip ini telah mengandung semua prinsip etika bisnis lainnya. Karena orang yang jujur tidak akan merugikan orang lain, orang yang mau saling menguntungkan dengan pibak Iain, dan bertanggungjawab untuk tidak merugikan orang lain tanpa alasan yang diterima dan masuk akal.

 

 

Sumber :

http://baddaysp.blogspot.com/2013/10/pengertian-etika-bisnis-indikator-etika.html

http://id.wikipedia.org/wiki/Etika_bisnis

 

Dipublikasi di Uncategorized | Tinggalkan komentar